Category Archives: Obstetri Ginekologi

ANATOMI PELVIS  

 

TULANG PELVIS

Tulang pelvis terbentuk dari sakrum, coccygeus, dan sepasang tulang panggul (coxae, innominata) yang menyatu kedepan membentuk simfisis pubis. Sakrum dan coccygeus merupakan perpanjangan dari kolumna vertebra dan dihubungkan oleh sendi sakrococcygeus. Pada bagian anterior sacrum terdapat bagian yang menonjol yang disebut dengan promontorium1. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Induksi Persalinan

DEFINISI

Induksi persalinan adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap ibu hamil yang belum inpartu sehingga terjadi persalinan1. Induksi merupakan suatu intervensi buatan yang dilakukan untuk menimbulkan kontraksi uterus sehingga dapat terjadi pendataran dan pembukaan (dilatasi) serviks yang progresif yang berakhir dengan persalinan bayi yang dikandung. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

FISIOLOGI PERSALINAN NORMAL

Persalinan/partus (labor) adalah proses fisiologi dimana fetyus dikeluarkan dari uterus menuju dunia luar. Persalinan didefinisikan sebagai peningkatan aktivitas miometrium, atau tepatnya perubahan pola kontraktilitas miometrium dari “kontraktur” (aktiviotas yang berlangsung lama dan berfrekuensi rendah) menjadi “kontraksi” (aktivitas yang sering dan berintensitas tinggi) yang menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks uteri. Pada persalinan normal sepertinya terdapat hubungan antara perubahan biokimia jaringan ikat serviks dengan kontraksi dan dilatasi serviks yang biasanya terjadi sebelum pecahnya ketuban. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

 PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT

 

DEFINISI 

Pertumbuhan janin terhambat adalah janin-janin yang mengalami proses restriksi patologik pada proses pertumbuhannya.  Sedangkan definisi kecil untuk masa kehamilan dipakai untuk janin dengan berat badan lebih kecil dari persentil 10 untuk berat badan janin seusianya berdasarkan kurva standar pertumbuhan janin tanpa memandang ada atau tidak kelainan patologis yang mendasarinya. 1 Definisi yang lebih tepat dari Goldenberg, pertumbuhan janin terhambat ditujukan untuk bayi-bayi yang gagal mencapai potensi pertumbuhan maksimalnya secara genetik. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Kontrasepsi pasangan post-partum

Efektifitas menggambarkan penggunaan oleh 100 pasangan selama satu tahun. Contoh ; jika 100 pasangan menggunakan kondom selama satu tahun, kemungkinan 10 akan hamil. Angka kegagalannya sebesar 10% dan angka keberhasilannya sebesar 90%.

Metode barier meliputi barier fisik antara sperma dan serviks, meliputi sponge, diafragma dan kondom. Penggunaan ini biasanya, tapi tidak selalu, digunakan bersama spermisida vaginal seperti kontrasepsi krem dan jelli, suppositoria dan busa. Agar dapat efektif, diafragma dapat selalu digunakan dengan krem atau jeli kontrasepsi. Di samping itu krem dan jeli dapat digunakan tersendiri. Efektifitasnya akan meningkat jika digunakan bersama dengan kondom atau sponge. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Infeksi klamidia trakomatis dan infertilitas

Latar Belakang

Infeksi klamidia trakomatis merupakan salah satu penyebab penyakit menular seksual yang paling sering di dunia, dan mungkin merupakan penyakit menular seksual dengan prevalensi paling tinggi di Amerika Serikat.Lebih kurang 4 juta kasus infeksi klamidia dijumpai setiap tahun. Pada 1994 komplikasi yang disebabkan oleh infeksi klamidia yang tidak diobati telah menelan biaya sangat besar di Amerika Serikat. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Tokolisis / Pencegahan Persalinan Preterm

Definisi persalinan preterm adalah dilatasi serviks progresif dan pendataran dengan kontraksi uterus reguler sebelum kehamilan 37 minggu lengkap. Kelahiran preterm kurang dari 37 minggu lengkap terjadi pada 5-10% kehamilan. Persalinan preterm merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di seluruh dunia.

American College of Obstetricians and Gynecologists (1997) telah mengusulkan kriteria untuk menentukan persalinan preterm pada kehamilan antara 20-37 minggu :

  1. Kontraksi dengan frekuensi 4 kali dalam 20 menit atau 8 kali dalam 60 menit dengan perubahan progresif pada serviks.
  2. Dilatasi serviks lebih dari 1 cm.
  3. Pendataran serviks 80% atau lebih.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

PEMATANGAN SERVIKS DENGAN KATETER FOLEY

 

Pada pematangan serviks, serviks mengalami perubahan secara biokimia dan fisik pada akhir kehamilan. Pada tingkat molecular terjadi peningkatan konsentrasi dan aktivitas dari kolagen. Terdapat bermacam-macam metoda/agen yang digunakan dalam pematangan serviks, diantaranya adalah stripping the membranes, osmotics dilators, mechanical dilators, estrogens, prostaglandin, dan RU 486. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Letak Sungsang

Letak sungsang merupakan keadaan di mana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Dikenal beberapa jenis letak sungsang, yakni : presentasi bokong, presentasi bokong kaki sempurna, presentasi bokong kaki tidak sempurna, dan presentasi kaki. Pada presentasi bokong, akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. Dengan demikian, pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Pada presentasi bokong kaki sempurna di samping bokong dapat diraba kedua kaki. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. Pada presentasi kaki bagian paling rendah ialah satu atau dua kaki.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

sectio caesarea

PENDAHULUAN

 Istilah sectio caesarea berasal dari perkataan Latin caedere yang artinya memotong. Pengertian ini semula dijumpai dalam Roman Law (Lex Regia) dan Emperor’s Law (Lex Caesarea) yaitu undang-undang yang menghendaki supaya janin dalam kandungan ibu-ibu yang meninggal harus dikeluarkan dari dalam rahim. Jadi sectio caesarea tidak ada hubungannya sama sekali dengan Julius Caesar. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi