Category Archives: Obstetri Ginekologi

Teknologi Reproduksi Berbantu Intra Cytoplasmic Morphollogy Selected Sperm Injection (IMSI) Pada Pasien Dengan Infertilitas

Infertilitas adalah kondisi dimana pasangan suami istri tidak dapat memperoleh keturunan secara alami setelah satu tahun berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pasangan infertil untuk memperoleh keturunan dengan berbagai macam indikasi. Terdapat berbagai program TRB dimana salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) dimana transfer embrio fresh dimana didalamnya terdapat berbagai tahapan penting mulai dari stimulasi hormonal dan diakhiri dengan proses transfer embrio ke dalam uterus. Namun, usaha ini tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, para ahli terus melakukan penelitian untuk memperkecil kegagalan. Continue reading

2 Comments

Filed under Obstetri Ginekologi

Mekanisme Seluler Folikel Akibat Stimulasi Ovarium Pada In Vitro Fertilization (IVF)

PENDAHULUAN
  Infertilitas adalah kondisi dimana pasangan suami istri tidak dapat memperoleh keturunan secara alami setelah satu tahun berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi.1 Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pasangan infertil untuk memperoleh keturunan dengan berbagai macam indikasi. Terdapat berbagai program TRB dimana salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) dimana transfer embrio fresh dimana didalamnya terdapat berbagai tahapan penting mulai dari stimulasi hormonal dan diakhiri dengan proses transfer embrio ke dalam uterus. Namun, usaha ini tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, para ahli terus melakukan penelitian untuk memperkecil kegagalan.1 Continue reading

1 Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

FISIOLOGI PERSALINAN NORMAL

Persalinan/partus (labor) adalah proses fisiologi dimana fetyus dikeluarkan dari uterus menuju dunia luar. Persalinan didefinisikan sebagai peningkatan aktivitas miometrium, atau tepatnya perubahan pola kontraktilitas miometrium dari “kontraktur” (aktiviotas yang berlangsung lama dan berfrekuensi rendah) menjadi “kontraksi” (aktivitas yang sering dan berintensitas tinggi) yang menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks uteri. Pada persalinan normal sepertinya terdapat hubungan antara perubahan biokimia jaringan ikat serviks dengan kontraksi dan dilatasi serviks yang biasanya terjadi sebelum pecahnya ketuban. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

sectio caesarea

PENDAHULUAN

 Istilah sectio caesarea berasal dari perkataan Latin caedere yang artinya memotong. Pengertian ini semula dijumpai dalam Roman Law (Lex Regia) dan Emperor’s Law (Lex Caesarea) yaitu undang-undang yang menghendaki supaya janin dalam kandungan ibu-ibu yang meninggal harus dikeluarkan dari dalam rahim. Jadi sectio caesarea tidak ada hubungannya sama sekali dengan Julius Caesar. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

SYOK HIPOVOLEMIK AKIBAT PENGGUNAAN INDUKSI PADA PLASENTA PREEVIA

 

PLASENTA PREVIA

 DEFINISI.  Pada plasenta previa, plasenta terletak menutupi atau sangat dekat dengan os interna. Diketahui terdapat 4 derajat kelainan ini :

  1. Plasenta previa totalis. Os servikalis interna seluruhnya tertutupi oleh plasenta
  2. Plasenta previa parsialis. Sebagian os interna tertutup oleh plasenta
  3. Plasenta previa marginalis. Tepi plasenta terletak di batas os interna
  4. Plasenta letak rendah. Plasenta tertanam di segmen bawah uterus sedemikian sehingga tepi plasenta sebenarnya tidak mencapai os interna tetapi sangat dekat dengannya.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Diagnosis dan Penatalaksaaan Parotitis Pada Kehamilan

Mumps adalah suatu penyakit infeksi virus akut. Parotitis sudah dikenal oleh Hippocrates pada abad ke-5 sebelum masehi. Mumps disebabkan oleh virus golongan paramiksovirus RNA bergenus Rubulavirus. Gejala klasik mumps adalah parotitis, biasanya bilateral yang biasanya berkembang 16 sampai 18 tahun setelah terpapar. Gejala tidak khas seperti mialgia, anoreksia, malaise, sakit kepala dan demam ringan dapat muncul dalam beberapa hari. Parotitis juga dapat juga disebabkan oleh virus parainfluenza tipe 1 dan 3, virus influenza A, virus coksakie A, echovirus, virus limfositik koriomeningitis, HIV serta penyebab lain yang bukan dari virus seperti obat-obatan, tumor, penyakit imunologi serta sumbatan pada saluran kelenjar liur. Akan tetapi hal ini tidak akan menyebabkan parotitis dalam skala epidemik. Mumps juga dapat mengenai gonad, meningen, pankreas dan organ lain.  Continue reading

1 Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Penanganan Persalinan Normal

Fisiologi Persalinan

Persalinan adalah suatu proses fisiologik yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui jalan lahir. Ini didefenisikan sebagai pembukaan serviks yang progresif, dilatasi, atau keduanya, akibat kontraksi uterus teratur yang terjadi sekurang-kurangnya setiap 5 menit dan berlangsung 30 sampai 60 detik. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Kematian Perinatal (IUFD)

           Angka kematian perinatal di Indonesia tidak diketahui dengan pasti karena belum ada survey yang menyeluruh. Angka yang ada ialah angka kematian perinatal di rumah sakit-rumah sakit besar yang pada umumnya merupakan referral hospital, sehingga tidak memberikan gambaran yang mendekati angka kematian perinatal secara keseluruhan. Angka kematian perinatal di rumah sakit-rumah sakit pada umumnya berkisar antara 77,3 sampai 137,7 per 1000 kelahiran hidup. Di satu sisi, angka kematian perinatal ini merupakan parameter dini keadaan pelayanan kesehatan dan mencerminkan kemajuan sosial ekonomi suatu negara, sedangkan di sisi lain kematian janin dalam rahim (Intrauterine Fetal Death) berkaitan erat dengan angka kematian perinatal tersebut. Statistik juga menunjukkan bahwa hampir 50% dari kematian perinatal yang terjadi merupakan lahir mati.

       Kematian perinatal yang terjadi di Amerika Serikat adalah 1 %. Kematian janin sebelum masa gestasi 28 minggu adalah 10-15% dan kematian janin setelah masa gestasi 28 minggu adalah 2%.

         Diagnosis dini melalui pemantauan kesejahteraan janin serta kontrol kehamilan (antenatal care) yang teratur sangat berperan dalam upaya pencegahan kematian janin dan secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian janin. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Hidramnion / Kelebihan cairan ketuban

Pendahuluan

            Hidramnion adalah sebuah nama yang salah untuk menjelaskan definisi yang sebenarnya. Nama yang sebenarnya dari keadaan yang disebut hidramnion adalah polihidramnion. Polihidramnion berasal dari kata Poly (=banyak) Hydra (=air ; cairan) dan amnion sehingga bila disatukan akan memiliki arti yaitu cairan amnion yang berjumlah banyak, dan dari kata polihidramnion tersebut sebenarnya kita sedikit banyak sudah memiliki gambaran yang terjadi dari keadaan hidramnion tersebut.        Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Perdarahan antepartum

DEFINISI DAN KLASIFIKASI

Perdarahan antepartum adalah perdarahan jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu, walaupun patologi yang sama dapat pula terjadi pada kehamilan sebelum 22 minggu.

Secara klinis, perdarahan antepartum dibagi sebagai berikut :

  • Plasenta previa.
  • Solusio plasenta.
  • Perdarahan antepartum yang belum jelas sebabnya.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi