Category Archives: Obstetri Ginekologi

Organ Reproduksi Pria Pada Kemampuan Hubungan Seksual

Fungsi seksual pria terdiri dari 4 komponen, yaitu: dorongan seksual, bangkitan seksual, orgasme, dan ejakulasi. Bangkitan seksual terutama berupa ereksi penis. Setiap gangguan pada salah satu komponen itu dapat menimbulkan disfungsi seksual. Disfungsi seksual pria dikelompokkan menjadi: 1) Gangguan dorongan seksual yang meliputi dorongan seksual hipoaktif dan gangguan aversi seksual; 2) Disfungsi ereksi; 3) Gangguan ejakulasi yang meliputi ejakulasi dini (rapid ejaculation) dan ejakulasi terhambat (retarded ejaculation); 4) Gangguan orgasme. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Teknologi Reproduksi Berbantu Intra Cytoplasmic Morphollogy Selected Sperm Injection (IMSI) Pada Pasien Dengan Infertilitas

Infertilitas adalah kondisi dimana pasangan suami istri tidak dapat memperoleh keturunan secara alami setelah satu tahun berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pasangan infertil untuk memperoleh keturunan dengan berbagai macam indikasi. Terdapat berbagai program TRB dimana salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) dimana transfer embrio fresh dimana didalamnya terdapat berbagai tahapan penting mulai dari stimulasi hormonal dan diakhiri dengan proses transfer embrio ke dalam uterus. Namun, usaha ini tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, para ahli terus melakukan penelitian untuk memperkecil kegagalan. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Mekanisme Seluler Folikel Akibat Stimulasi Ovarium Pada In Vitro Fertilization (IVF)

PENDAHULUAN
  Infertilitas adalah kondisi dimana pasangan suami istri tidak dapat memperoleh keturunan secara alami setelah satu tahun berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi.1 Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pasangan infertil untuk memperoleh keturunan dengan berbagai macam indikasi. Terdapat berbagai program TRB dimana salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) dimana transfer embrio fresh dimana didalamnya terdapat berbagai tahapan penting mulai dari stimulasi hormonal dan diakhiri dengan proses transfer embrio ke dalam uterus. Namun, usaha ini tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, para ahli terus melakukan penelitian untuk memperkecil kegagalan.1 Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Menyusui Pasca Operasi Cesar

Hampir semua ibu mengharapkan proses kelahiran yang normal tanpa intervensi medis. Namun demikian, ada kalanya seorang ibu harus dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus menjalani kelahiran melalui C-section atau operasi Caesar, baik yang diputuskan secara darurat ketika proses kontraksi tidak berjalan sesuai yang diharapkan, maupun operasi yang sudah direncanakan mengingat kondisi ibu atau bayi yang tidak mungkin menjalani proses kelahiran yang normal.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

SIKLUS SEKSUAL PADA MAMALIA BETINA

OVUM

Bagian-bagian yang aktif terdiri : inti, mitokondria, lisosom, badan golgi

Bagian-bagian yang pasif : yolk (kunir) untuk cadangan makanan bagi embrionya, lemak, glikogen

Bagian telur yang dekat dengan nukleus, terletak pada bagian sitoplasma aktif disebut : KUTUB ANIMALIS (POLA ANIMALIS). Bagian lain yang berlawanan letaknya dan banyak mengandung bahan makanan disebut KUTUB VEGETALIS (POLA VEGETALIS). Pada umumnya nukleus/inti sel telur tidak ditengah sel tetapi pada bagian sitoplasma aktif. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Biopsi Testis (Penilaian Johnson)

Anatomi Testis

Dalam bahasa yunani testis disebut orchis. Testis secara anatomi merupakan bagian pars genital masculina interna. Testis berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa dan juga sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen yang berguna untuk mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder. Testis bersama tunica vaginalis propria terletak dalam cavum scroti, letak testis normal sebelah kiri lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelah kanan.1 Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA1

Salah satu komplikasi dari PEB Atau Eklamsia adalah terjadinya HELLP syndrome. Tahun 1982, Weinstein yang mengusulkan istilah ini yang merupakan singkatan dari hemolysis (H), elevated liver enzyme (EL), dan low platelets (LP) atau trombositopenia. HELLP syndrome dapat terjadi mulai kehamilan pertengahan trimester 2 sampai beberapa hari postpartum. Suatu data mengungkapkan 10% terjadi sebelum 27 minggu kehamilan, 20% sebelum 37 minggu dan terbanyak 70% antara 27-37 minggu. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

KORIOAMNIONITIS

Definisi dan Prevalensi

Korioamnionitis merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion yang disebabkan oleh bakteri.1 Pada kehamilan cukup bulan, korioamnionitis didiagnosa pada sekitar 5% kehamilan.5 Korioamnionitis dihubungkan dengan ketuban pecah dini dan persalinan lama. Sekitar 25% infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. 1,2,3,4 Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Asuh Persalinan Normal

Penyebab rasa nyeri pada persalinan

  • peregangan dari cerviks selama berdilatasi
  • iskemik dari dinding otot uterus selam persalinan
  • peregangan dari vagina dan perineum selama kala II

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

ADAPTASI MATERNAL TERHADAP KEHAMILAN

 

  1. Perubahan Uterus
  2. Makroskopik
  • Pembesaran dari 70 gr dan volume 10 ml pada non gravid menjadi + 1100 gr dan 5-20 liter saat aterm.
  • Pembesaran uterus menyebabkan peregangan ligamen-ligamen sekitar pelvis sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Obstetri Ginekologi